Dari Ruang Akademik ke Dunia Profesional: Membangun Planner yang Kompeten dan Visioner

Ruminews.id, Makassar – Perkembangan wilayah dan kota yang semakin dinamis menghadirkan berbagai tantangan dalam perencanaan, seperti pertumbuhan penduduk, perubahan penggunaan lahan, ketimpangan pembangunan, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi.

Kondisi ini menuntut hadirnya planner yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berpikir kritis, adaptif, inovatif, komunikatif, serta memiliki kepemimpinan dalam menghadapi kompleksitas perencanaan.

Dalam proses pendidikan di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), mahasiswa tidak cukup hanya memperoleh pengetahuan melalui pembelajaran di dalam kelas. Mahasiswa juga perlu mendapatkan pengalaman, wawasan, serta pemahaman mengenai kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia profesional.

Seorang planner nantinya akan berhadapan dengan berbagai kondisi dan kepentingan, baik dari pemerintah, masyarakat, akademisi, swasta, maupun pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu, kemampuan untuk berkomunikasi, bekerja sama, menyampaikan gagasan, melakukan analisis, menyelesaikan masalah, serta memimpin proses perencanaan menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan sejak berada di bangku perkuliahan.

Pengembangan kompetensi mahasiswa juga tidak dapat dilepaskan dari peran organisasi kemahasiswaan sebagai ruang belajar di luar kegiatan akademik. HMPWK-FT UNISMUH MAKASSAR memiliki peran penting dalam menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa PWK, baik dalam aspek akademik maupun nonakademik.

Melalui berbagai kegiatan yang bersifat edukatif, diskusi, pelatihan, dan pengembangan kapasitas, HMPWK menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, membangun relasi, meningkatkan rasa percaya diri, serta membentuk karakter kepemimpinan.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas mahasiswa PWK, HMPWK bekerja sama dengan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Muhammadiyah Makassar dalam menyelenggarakan kegiatan Bedah Keahlian Planners.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Ir. Malikuddin Surgani Wahid, S.P.W.K., M.S.P., IAP (Koordinator Bidang Pemberdayaan Perencanaan Muda IAP Sulsel) serta Ir. Baginda Yusran Fathurrahman Sirait, S.P.W.K., IPP (Penata Ruang Ahli Pertama Dinas Tata Ruang Kota Makassar).

Kehadiran kedua narasumber ini diharapkan dapat memberikan perspektif praktis dan pengalaman langsung dari dunia profesional perencanaan, sehingga mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kompetensi yang dibutuhkan seorang planner.

Sejalan dengan hal tersebut Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Ir. Nini Apriani Rumata, ST., MT., IPM juga menegaskan bahwa lulusan PWK tidak hanya dituntut untuk menguasai wawasan keilmuan dan kemampuan teknis perencanaan, tetapi juga harus memiliki soft skill kepemimpinan yang kuat.

Menurut beliau, kemampuan kepemimpinan menjadi aspek krusial karena seorang planner akan selalu berada dalam ruang kolaboratif yang melibatkan banyak aktor dengan kepentingan yang beragam.

Oleh karena itu, lulusan PWK harus mampu menjadi penggerak, fasilitator, sekaligus pengambil keputusan yang bijak dalam proses perencanaan. Kombinasi antara penguasaan ilmu dan kepemimpinan inilah yang akan membentuk planner yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan profesional dalam praktik.

Selain itu, Rifai Farid selaku ketua umum, juga menyampaikan pandangannya bahwa planner yang visioner adalah planner yang mampu menggabungkan pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan, dan kemampuan mengelola perencanaan secara baik untuk menghasilkan keputusan dan pembangunan yang tepat sasaran, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut beliau, seorang planner tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu menerjemahkan ilmu tersebut ke dalam tindakan nyata yang berdampak bagi lingkungan dan kehidupan sosial. Lebih lanjut, Rifail Farid menekankan bahwa mahasiswa PWK harus mulai membangun karakter visioner sejak dini melalui proses pembelajaran, organisasi, dan pengalaman lapangan.

Kerja sama antara HMPWK dan Prodi PWK Universitas Muhammadiyah Makassar juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara kegiatan kemahasiswaan dengan proses pendidikan akademik. HMPWK sebagai wadah mahasiswa dapat berperan dalam menginisiasi dan mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, sementara Prodi PWK dapat memberikan dukungan akademik dan penguatan substansi kegiatan. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa.

Pada akhirnya, kegiatan Bedah Keahlian Planners diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa PWK agar tidak hanya unggul dalam ilmu perencanaan, tetapi juga memiliki kepemimpinan, komunikasi, profesionalisme, dan kepekaan sosial.

Melalui penguatan kompetensi, mahasiswa diharapkan menjadi planner yang visioner, kritis, adaptif, inovatif, kolaboratif, dan bertanggung jawab serta mampu berkontribusi pada pembangunan wilayah dan kota yang berkelanjutan.

Share

Scroll to Top