Ruminews.id, PAREPARE — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) merancang program inovatif bertajuk “PIONIR Green Action”. Kegiatan ini berfokus pada pelatihan dan edukasi pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang dilaksanakan di RW 10, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare.Penanggung jawab kegiatan, Muh. Fauzi Fahmi Pratama, menyampaikan bahwa program ini diinisiasi akibat keprihatinan atas tingginya volume limbah makanan rumah tangga yang menyumbang sekitar 40 persen dari total sampah organik. Tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, mencemari tanah dan air, serta menghasilkan gas metana yang memperburuk kondisi lingkungan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Melalui edukasi PIONIR Green Action, warga diajak untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik langsung dari dapur. Sampah sisa sayur, buah, dan makanan kemudian diolah melalui proses fermentasi sederhana hingga menjadi pupuk organik cair yang bernilai guna.
“Pengolahan sampah secara mandiri dari skala rumah tangga ini menjadi langkah krusial. Jika diterapkan secara konsisten, kita tidak hanya mengurangi volume sampah yang terbuang ke TPA hingga 40 persen, tetapi juga mampu memproduksi pupuk alami yang kaya nutrisi bagi tanaman,” ungkap Fauzi.
Tanggapan positif turut disampaikan oleh Ketua RT 01, Ibu Salma. Ia menuturkan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga selama ini memang menghadapi kendala terkait keterbatasan waktu dan kebiasaan warga yang cenderung memilih langsung membuang sampah. Namun, ia menilai hadirnya pendampingan serta praktik langsung dari mahasiswa menjadi pemicu penting agar masyarakat tergerak dan mampu membuat POC secara mandiri di rumah.
Dukungan senada disampaikan oleh Ketua RT 02, Ibu Dian. Ia menilai pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru dalam menghemat pengeluaran pembelian pupuk komersial sekaligus merawat tanaman. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada pengelolaan berkelanjutan dan partisipasi aktif seluruh warga.
Menutup kegiatan tersebut, Fauzi menyimpulkan bahwa pelatihan POC ini hadir untuk memberikan pengetahuan baru atas limbah rumah tangga yang selama ini kerap terbuang sia-sia. Ia berharap ilmu yang dibagikan dapat diterapkan secara konsisten oleh masyarakat di rumah masing-masing.
“Kami berharap warga mulai membiasakan diri memilah dan mengolah sampah dari rumah. Sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah menumpuk, tetapi jika dikelola dengan baik, ia bisa berubah menjadi produk bernilai guna dan bahkan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” tutup Fauzi.



