Stop Meremehkan Jurusan Peternakan! Masa Depan Pangan Indonesia Ada di Tangan Mereka

ruminews.id, Makassar – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan pangan nasional, paradigma masyarakat terhadap jurusan peternakan mulai mengalami perubahan. Jika dahulu jurusan ini sering dipandang sebelah mata dan identik hanya dengan pekerjaan memelihara ternak di kandang, kini peternakan telah berkembang menjadi bidang ilmu modern yang mengintegrasikan sains, teknologi, bisnis, hingga inovasi digital.

Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa lulusan peternakan memiliki prospek kerja yang terbatas. Padahal, kenyataannya lulusan jurusan peternakan memiliki peluang karier yang sangat luas, mulai dari industri pakan ternak, perusahaan pembibitan (breeding), manajemen peternakan (farm management), konsultan nutrisi ternak, peneliti, akademisi, instansi pemerintah, hingga menjadi wirausahawan muda yang mampu membangun usaha peternakan modern berbasis teknologi.

Prospek tersebut semakin terbuka seiring meningkatnya perhatian pemerintah terhadap sektor pangan dan protein hewani. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan strategis yang diproyeksikan mampu meningkatkan permintaan terhadap komoditas peternakan, seperti telur, daging ayam, susu, dan produk hewani lainnya.

Program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru di sektor peternakan.

Perkembangan ilmu peternakan saat ini juga jauh lebih maju dibandingkan anggapan masyarakat pada masa lalu. Mahasiswa peternakan tidak hanya mempelajari teknik budidaya ternak, tetapi juga mendalami genetika, reproduksi, nutrisi, kesehatan hewan, manajemen usaha, pengolahan hasil ternak, hingga pemanfaatan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta sistem kandang modern Closed House yang mampu meningkatkan efisiensi produksi. Selain pembelajaran teori, mahasiswa juga dibekali berbagai praktik lapangan sehingga memiliki kompetensi yang siap diterapkan di dunia industri.

Sayangnya, stigma lama masih menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit siswa maupun orang tua yang menganggap jurusan peternakan sebagai pilihan kedua setelah bidang kesehatan atau teknik. Padahal, di era modern, sektor peternakan justru menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek sangat menjanjikan karena kebutuhan masyarakat terhadap pangan berbasis protein hewani terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk.

Imran, sebagai lulusan jurusan peternakan Polbangtan Gowa menilai bahwa perubahan paradigma harus dimulai melalui edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, peternakan bukan sekadar memelihara ayam, sapi, atau kambing, melainkan sebuah industri bernilai miliaran rupiah yang membutuhkan sumber daya manusia profesional, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.

“Peternakan adalah sektor strategis yang akan terus dibutuhkan. Ketahanan pangan tidak akan tercapai tanpa didukung sumber daya manusia yang berkualitas di bidang peternakan. Karena itu, sudah saatnya masyarakat memandang jurusan peternakan sebagai pilihan masa depan, bukan pilihan terakhir,” ujarnya.

Dengan meningkatnya investasi, dukungan pemerintah, serta perkembangan teknologi, jurusan peternakan diyakini akan menjadi salah satu bidang yang semakin diminati generasi muda. Lulusan peternakan diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja sekaligus motor penggerak pembangunan sektor peternakan nasional.

Perubahan cara pandang masyarakat terhadap jurusan peternakan merupakan langkah penting dalam mencetak generasi yang siap membangun ketahanan pangan Indonesia. Sebab, di balik setiap produk pangan asal ternak yang dikonsumsi masyarakat, terdapat peran besar para insan peternakan yang bekerja menjaga kualitas, produktivitas, dan keberlanjutan pangan bagi bangsa.

Share

PENCARIAN
BERITA LAINNYA
KATEGORI
Scroll to Top