Ruminews.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menunjuk sekaligus melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru pada Rabu (22/7). Sudaryono menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri dari jabatannya untuk menjalani pengobatan penyakit jantung.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden memutuskan pergantian pimpinan BGN setelah menerima pengunduran diri Nanik karena alasan kesehatan.
“Namun demikian ada dinamika baru di mana Kepala BGN mengajukan pengunduran diri. Sekali lagi bukan hal mudah untuk mencari penggantinya, maka Presiden memutuskan pengganti Kepala BGN adalah Bapak Sudaryono,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7).
Pelantikan Sudaryono dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.00 WIB. Dengan penugasan tersebut, Sudaryono meninggalkan jabatannya sebagai Wakil Menteri Pertanian untuk memimpin Badan Gizi Nasional.
Menurut Prasetyo, Sudaryono dipilih karena telah terlibat sejak awal dalam penyusunan konsep Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, selama menjabat di Kementerian Pertanian, ia juga berperan dalam mendukung penyediaan bahan baku pangan yang menjadi bagian dari pelaksanaan program tersebut.
“Beliau sejak awal mengikuti pembahasan konsep teknis Makan Bergizi Gratis. Selama menjadi Wakil Menteri Pertanian, penyediaan bahan baku pangan untuk program tersebut juga ditopang oleh Kementerian Pertanian dalam satu sistem,” ujarnya.
Sementara itu, Nanik S Deyang tetap akan dilibatkan dalam Badan Gizi Nasional melalui posisi baru sebagai Ketua Dewan Pengawas BGN. Prasetyo menyebut Presiden menilai pengalaman Nanik sebagai mantan Wakil Kepala dan Kepala BGN masih dibutuhkan untuk mengawal pelaksanaan program MBG.
“Dengan pengalaman beliau, Presiden merasa Ibu Nanik masih dapat memberikan kontribusi secara optimal melalui peran yang berbeda. Presiden meminta beliau tetap bersama-sama mengawal dan memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis,” kata Prasetyo.
Sebelumnya, Nanik mengumumkan pengunduran dirinya melalui media sosial. Ia menyatakan harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri untuk memperoleh second opinion atas kondisi kesehatannya. Menurutnya, keputusan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo dan diambil demi fokus pada proses pemulihan.
Meski tidak lagi memimpin Badan Gizi Nasional, Nanik menegaskan tetap mendukung seluruh program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.