Ruminews.id, Caracas – Otoritas Venezuela mencatat sedikitnya 302 aktivitas seismik, termasuk 300 gempa susulan, setelah dua gempa bumi berkekuatan besar mengguncang negara itu pada Rabu (24/6). Rentetan gempa tersebut memperumit proses evakuasi dan pencarian korban di wilayah terdampak.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan dua gempa utama berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 menjadi pemicu ratusan gempa susulan yang terjadi di sepanjang tiga jalur patahan geologi utama di negara tersebut.
“Sejak pukul 18.03 pada 24 Juni hingga saat ini, kami telah mencatat total 302 peristiwa seismik. Selain dua gempa utama, terdapat 300 gempa susulan,” ujar Rodriguez dalam pidato kenegaraan, Jumat.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan hanya mengandalkan informasi resmi pemerintah. Menurutnya, beredarnya informasi palsu, termasuk isu ancaman tsunami, sempat menghambat proses penyelamatan.
Berdasarkan data resmi terbaru, jumlah korban jiwa akibat bencana tersebut telah mencapai 920 orang, sementara 3.360 orang mengalami luka-luka. Sedikitnya 172 orang masih dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan dan puluhan ribu lainnya belum diketahui keberadaannya sehingga operasi pencarian masih terus berlangsung.
Gempa juga menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur. Hampir 400 bangunan tempat tinggal hancur, sejumlah rumah sakit mengalami kerusakan, dan bandara utama negara itu ditutup sementara. Wilayah pesisir La Guaira menjadi salah satu kawasan yang mengalami dampak paling parah, sementara ribuan warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah dan ancaman gempa susulan.
Bencana tersebut memicu gelombang solidaritas dari berbagai negara. Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Venezuela serta menyatakan Moskow siap memberikan bantuan kemanusiaan.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Venezuela dan mengumumkan pengerahan tim pencarian dan penyelamatan serta bantuan kemanusiaan untuk mendukung operasi darurat.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan Prancis akan mengirim personel penyelamat, peralatan, dan bantuan medis. Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyampaikan solidaritas seraya mengerahkan bantuan logistik dan tim tanggap darurat, sementara Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menegaskan negaranya siap membantu pemerintah Venezuela dalam penanganan bencana. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga mengirim tim penyelamat, tenaga medis, dan anjing pelacak untuk membantu proses evakuasi korban.
Dukungan juga datang dari Kerajaan Inggris. Raja Charles III bersama Ratu Camilla menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan rakyat Venezuela serta memberikan penghormatan kepada para petugas penyelamat yang masih bekerja di lokasi bencana.
Pemerintah Indonesia turut pula menyampaikan belasungkawa atas bencana tersebut. Melalui Kementerian Luar Negeri, Indonesia menyatakan duka cita yang mendalam kepada pemerintah dan rakyat Republik Bolivar Venezuela atas gempa bumi yang menimbulkan ribuan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur. Kemlu RI menegaskan Indonesia berdiri bersama Venezuela dalam proses pemulihan dan mendoakan keluarga korban serta seluruh masyarakat yang terdampak agar diberi kekuatan menghadapi bencana ini.
Selain menyampaikan belasungkawa, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan kesiapan untuk mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan apabila mendapat penugasan dari pemerintah. Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengatakan Indonesia memiliki tim INASAR yang telah berpengalaman menangani operasi penyelamatan korban gempa di Turki dan Myanmar. Basarnas juga telah berkoordinasi dengan KBRI untuk memastikan kondisi warga negara Indonesia di Venezuela. Hingga saat ini belum ada permintaan resmi bantuan internasional dari pemerintah Venezuela kepada Indonesia.
Sementara itu, Kepala Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Tom Fletcher, menyerukan mobilisasi bantuan internasional dan koordinasi global untuk mempercepat operasi penyelamatan. Uni Eropa juga mengaktifkan Mekanisme Perlindungan Sipil dan mengumumkan bantuan darurat senilai 5 juta euro, disertai pengiriman tim penyelamat, tenaga medis, serta dukungan pemetaan kerusakan melalui satelit Copernicus.
Hingga kini, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Otoritas setempat memperingatkan masyarakat agar tetap waspada karena aktivitas gempa susulan masih terus terjadi dan jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah.