Ruminews.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ahlulbait Indonesia (ABI) menggelar Rapat Pleno Semester I 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran program Dewan Syura secara hybrid, Selasa (30/6/2026). Agenda tersebut menjadi ajang evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi menjelang semester kedua.
Rapat diikuti jajaran Dewan Syura, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, pengurus DPP ABI, serta Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah lembaga otonom juga turut hadir, di antaranya Pimpinan Nasional Muslimah ABI, PANDU ABI, ABI Responsif, dan Falak ABI.
Salah satu agenda utama dalam pleno tersebut ialah peluncuran dua lembaga strategis di bawah Dewan Syura, yakni Lembaga Ahwal Syahksiah dan Pusat Layanan Informasi Syiah (PLIS). Peresmian kedua lembaga itu dibacakan Sekretaris Dewan Syura, Ustadz Abdullah Beik.
Menurut Abdullah Beik, Lembaga Ahwal Syahksiah dibentuk sebagai pusat edukasi, konsultasi, dan pendampingan keluarga berdasarkan nilai-nilai Islam Ahlulbait. Lembaga yang dipimpin Ustadz Husain Al Kaff itu akan memberikan layanan mulai dari pembinaan pranikah, pendampingan pascanikah, hingga konsultasi mengenai persoalan hukum keluarga seperti perceraian dan wasiat.
Sementara itu, PLIS dibentuk sebagai pusat informasi mengenai Syiah yang bertujuan menyediakan edukasi dan rujukan bagi masyarakat. Menurut ABI, pembentukan lembaga tersebut didorong oleh meningkatnya perhatian publik terhadap Syiah seiring perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. PLIS dipimpin Ustadz Muhsin Labib dengan Ustadz Ammar Fauzi sebagai wakil ketua dan Ustadz Hasan Zakariah sebagai sekretaris.
Dalam kesempatan yang sama, Fahmi Syahab memaparkan laporan pelaksanaan RKAT 2026 selama Semester I. Berdasarkan evaluasi, Departemen Pengembangan Ekonomi mencatat realisasi program tertinggi dengan capaian 98 persen, disusul Departemen Kaderisasi 66 persen, Humas, Media dan Penerangan 64 persen, Organisasi 55 persen, Litbang 54 persen, serta Pengembangan SDM 50 persen.
Secara keseluruhan, realisasi program seluruh departemen pada Semester I mencapai 68 persen. ABI menilai capaian tersebut menjadi dasar untuk mempercepat penyelesaian target-target organisasi pada Semester II tahun 2026.
Melalui rapat pleno ini, DPP ABI menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan pelayanan kepada umat, serta mengembangkan program-program yang dinilai responsif terhadap kebutuhan organisasi dan dinamika masyarakat. Hingga agenda diberitakan, rangkaian Rapat Pleno Semester I DPP ABI masih berlangsung.