Ruminews.id, Yogyakarta — SETARA Institute kembali merilis laporan tahunan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang menilai tingkat toleransi di berbagai kota di Indonesia. Hasilnya, Salatiga kembali menempati posisi teratas sebagai kota paling toleran di Indonesia tahun ini.
Dalam laporan tersebut, Salatiga meraih skor tertinggi yakni 6,492, mengungguli kota-kota lain dalam hal pengelolaan keberagaman, kebijakan inklusif, dan praktik toleransi di masyarakat.
Daftar 10 Kota Paling Toleran 2025
Berikut 10 kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia versi IKT 2025:
1. Salatiga – skor 6,492
2. Singkawang – skor 6,391
3. Semarang – skor 6,160
4. Pematangsiantar – skor 6,084
5. Bekasi – skor 6,037
6. Sukabumi – skor 5,973
7. Magelang – skor 5,805
8. Kediri – skor 5,792
9. Tegal – skor 5,733
10. Ambon – skor 5,657
Skor Toleransi Nasional Meningkat Meski Banyak Catatan
Skor toleransi nasional meningkat 0,05 Secara nasional, studi ini mencatatkan skor rata-rata toleransi di angka 4,97 pada tahun 2025. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,05 dibandingkan skor rata-rata nasional pada tahun 2024 yang berada di angka 4,92.
Jawa Tengah Dominasi Klasemen IKT 2025
Menariknya, provinsi Jawa Tengah mendominasi daftar tahun ini dengan empat kota/kabupaten yang masuk dalam peringkat 10 besar, yakni Salatiga, Semarang, Magelang, dan Tegal. Hal ini menunjukkan konsistensi wilayah tersebut dalam menjaga harmoni sosial dan keberagaman ditengah makin menguatnya ancaman intoleransi, kekerasan, dan ekstremisme.
Apa Itu Indeks Kota Toleran?
Indeks Kota Toleran (IKT) merupakan riset tahunan yang dilakukan oleh SETARA Institute sejak 2015. Studi ini menilai puluhan kota di Indonesia berdasarkan sejumlah indikator, seperti regulasi dan kebijakan pemerintah terkait kebebasan berkeyakinan dan beragama (KBB), penegakan hukum, perlindungan terhadap kelompok minoritas, inklusi sosial, serta tingkat pelanggaran kebebasan beragama.
Kota yang masuk kategori toleran umumnya memiliki kebijakan yang mendukung keberagaman, kepemimpinan yang inklusif, serta rendahnya konflik berbasis identitas.
Toleransi Bukan Sekadar Kebijakan
SETARA Institute menegaskan bahwa capaian kota-kota ini bukan hanya hasil kerja pemerintah daerah, tetapi juga kontribusi masyarakat luas, mulai dari tokoh agama, komunitas, hingga masyarakat sipil.
Lebih lanjur, indeks kota toleran 2025 ini merupakan bentuk konsistensi Setara untuk memastikan pengukuran yang berkelanjutan mencatat dan merekam progresi dan regresi kerja bersama pemerintah daerah serta masyarakat.
Toleransi, dalam konteks ini, bukan hanya soal hidup berdampingan, tetapi juga soal bagaimana keberagaman dikelola secara aktif dan berkelanjutan.
Laporan IKT 2025 menunjukkan bahwa praktik toleransi di Indonesia terus berkembang, meski masih menyisakan tantangan di sejumlah daerah. Kota-kota seperti Salatiga dan Singkawang menjadi contoh bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan, bukan sumber konflik.







