7 Tentara AS Tewas dalam Keributan di Atas Kapal Induk USS Lincoln

USS Lincoln

Ruminews.id — Tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dikabarkan tewas dalam perkelahian di atas kapal induk USS Abraham Lincoln yang tengah menjalani penugasan panjang di kawasan Timur Tengah. Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran keluarga personel mengenai kelelahan, kondisi mental, dan ketidakpastian masa depan para awak kapal.

Kantor berita Tasnim melaporkan perkelahian terjadi di atas USS Abraham Lincoln setelah seorang penasihat Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, datang ke kapal untuk merespons keluhan awak terkait perpanjangan masa penugasan.

Penasihat tersebut disebut mendapat sambutan keras dari sejumlah personel. Ia dikabarkan dicemooh dan dilempari botol ketika berbicara di hadapan awak kapal. Situasi kemudian berkembang menjadi perkelahian antarpersonel yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya.

Tasnim melaporkan tujuh personel tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen dari Angkatan Laut AS mengenai jumlah korban maupun kronologi perkelahian tersebut. Karena itu, informasi mengenai tujuh kematian tersebut masih perlu diperlakukan sebagai laporan yang belum terverifikasi.

Insiden tersebut muncul ketika USS Abraham Lincoln memang tengah menjalani penugasan panjang. Kapal induk tersebut telah dikerahkan sejak November 2025 dan menjalani operasi di kawasan Timur Tengah.

Kapal tersebut disebut telah berada di laut selama lebih dari 200 hari berturut-turut. Masa penugasan yang berkepanjangan itu menjadi sumber kekhawatiran bagi keluarga para personel yang bertugas di dalamnya.

Pekan lalu, ratusan keluarga personel Angkatan Laut AS bahkan menggelar pertemuan dengan Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut Hung Cao. Dalam pertemuan tersebut, keluarga menyampaikan kekhawatiran mengenai kesehatan mental, kelelahan, dan keselamatan anggota keluarga mereka yang masih berada di kapal.

Sejumlah personel juga disebut mengalami tekanan berat karena belum memperoleh kepastian mengenai waktu kepulangan. Bahkan, terdapat laporan mengenai personel yang mencoba melompat ke laut karena frustrasi dengan lamanya masa penugasan.

Salah satu keluarga personel, Annabelle Loma, mengatakan suaminya sempat mencoba melompat ke laut dan kini menjalani perawatan medis setelah upaya tersebut gagal.

“Dia takut,” kata Loma dikutip dari laman CNN.

Loma juga menambahkan bahwa,

“Dia berpikir dia akan diberhentikan secara tidak hormat, dan hanya karena dia kelelahan, kariernya selama 13 tahun hancur begitu saja. Itu tidak adil, itu tidak benar. Bukan itu yang seharusnya dia khawatirkan saat ini,” ujarnya.

USS Abraham Lincoln membawa sekitar 5.000 pelaut dan Marinir. Kapal tersebut sebelumnya dijadwalkan mengakhiri penugasan pada Mei 2026, tetapi masa pengerahan diperpanjang tanpa tanggal kepulangan yang diumumkan secara terbuka.

Angkatan Laut AS disebut telah menyiapkan kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt untuk menggantikan USS Abraham Lincoln. Namun, pejabat militer belum memberikan jadwal pasti mengenai pergantian tersebut dengan alasan keamanan operasional.

Panjanganya masa penugasan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai beban yang harus ditanggung personel militer dalam operasi berkepanjangan. Selain risiko tempur, personel juga menghadapi tekanan psikologis akibat berbulan-bulan berada di laut dan jauh dari keluarga tanpa kepastian kapan dapat kembali.

Jika laporan mengenai perkelahian fatal tersebut terbukti, insiden itu tidak hanya menjadi persoalan disiplin militer. Peristiwa tersebut juga dapat membuka kembali pertanyaan mengenai kondisi kerja, kesehatan mental, kelelahan, serta batas ketahanan personel dalam penugasan militer yang terus diperpanjang.

Namun, sampai terdapat keterangan resmi dari otoritas Amerika Serikat, jumlah korban dan detail perkelahian sebagaimana dilaporkan Tasnim belum dapat dipastikan. Informasi tersebut perlu dibaca secara hati-hati dan dibedakan dari fakta yang telah diketahui mengenai panjangnya masa penugasan USS Abraham Lincoln serta kekhawatiran keluarga awak kapal.

Share

Scroll to Top