Nimatullah Minta Aklamasi, Tegaskan DNA KNPI adalah Perbedaan Namun Tanpa Lagi Dualisme

ruminews.id, Makassar – Di sebuah ruangan yang hangat di Hotel MaxOne Kota Makassar, suasana silaturahmi antara OKP dan DPD II KNPI terasa seperti pertemuan keluarga besar yang merindukan arah baru. Malam itu, di tengah percakapan yang berkelindan antara harapan dan kegelisahan, hadir pula sosok yang belakangan menjadi pusat perhatian: Vonny Ameliani Suardi, kandidat Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan.

Dalam forum yang penuh khidmat tersebut, Nimatullah tokoh senior, politisi, dan penjaga memori panjang perjalanan KNPI Sulsel menghembuskan pesan yang menembus keheningan. Ia meminta agar Musda kali ini berjalan secara aklamasi, sebuah ajakan untuk menutup ruang pertikaian dan membuka pintu persatuan.

Bagi Nimatullah, KNPI sejak lahir memang dibangun dari DNA perbedaan. Ragam organisasi, ide, dan aspirasi adalah denyut nadi yang membuatnya hidup. Namun ia tak ingin sejarah kelam itu kembali berulang.

“Perbedaan adalah kekuatan, tapi dualisme dan trilisme jangan pernah lagi menghantui KNPI,” tegasnya dengan tatapan yang seolah ingin memastikan semua pihak memahami makna kebersamaan.

Di hadapan para Ketua OKP dan pimpinan DPD II, ia menyebut satu nama yang dianggapnya hadir bukan sekadar sebagai peserta kontestasi, melainkan sebagai sosok yang betul-betul menyiapkan diri: Vonny Ameliani Suardi.

Hanya Vonny, katanya, yang menunjukkan keseriusan melebihi kandidat lainnya serius dalam konsolidasi, serius membangun hubungan, serius menyiapkan gagasan untuk masa depan kepemudaan Sulsel.

Silaturahmi di Hotel MaxOne malam itu menjadi lebih dari sekadar pertemuan; ia berubah menjadi ruang refleksi, tempat para pemuda memikirkan arah baru untuk rumah besar yang mereka jaga bersama. Dan lewat suara Nimatullah, tersampaikan sebuah pesan yang ingin merangkum masa lalu dan masa depan: saatnya KNPI kembali teguh berdiri, tanpa perpecahan, tanpa keretakan, dan tanpa kehilangan marwahnya.

Scroll to Top