Ruminews.id, Parepare – Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 116 Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang bertugas di Kelurahan Lapadde menggelar kegiatan edukasi lingkungan bertajuk “Peduli Sampah” di tiga sekolah di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menyasar UPTD SMP Negeri 4 Parepare, UPTD SD Negeri 48 Parepare, dan UPTD SD Negeri 62 Parepare. Program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada generasi muda.
Kegiatan edukasi ini diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian sampah, sumber-sumber sampah, serta jenis-jenis sampah yang terdiri atas sampah organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Para siswa diajak untuk mengenali perbedaan ketiga jenis sampah tersebut beserta contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman dasar ini penting agar siswa mampu memilah sampah dengan benar sebelum membuangnya.
Selain itu, para mahasiswa KKN juga menjelaskan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh sampah jika tidak dikelola dengan baik. Dampak tersebut meliputi pencemaran lingkungan seperti tanah, air, dan udara, serta risiko kesehatan seperti munculnya bau tidak sedap dan vektor penyakit. Tak hanya itu, sampah juga berdampak pada sosial dan ekonomi, seperti menurunnya kualitas hidup serta meningkatnya biaya pengangkutan dan pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dalam sesi inti, siswa diperkenalkan dengan konsep 3R, yaitu Reduce (mengurangi sampah sejak awal), Reuse (menggunakan kembali barang yang masih layak pakai), dan Recycle (mendaur ulang sampah menjadi barang baru yang lebih bernilai).
Mahasiswa KKN memberikan contoh-contoh sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah dan rumah, seperti membawa botol minum sendiri, menggunakan tas belanja kain, serta membuat kerajinan dari barang bekas. Konsep ini diharapkan mampu mengubah pola pikir siswa bahwa sampah bukanlah barang yang tidak berguna.
Tak ketinggalan, siswa juga dikenalkan dengan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat, yaitu Bank Sampah. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa Bank Sampah adalah tempat pengelolaan sampah yang menerapkan prinsip menabung, di mana sampah yang telah dipilah dapat disetorkan dan memiliki nilai ekonomi. Melalui bank sampah, volume sampah yang dibuang ke TPA dapat dikurangi, masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan, dan kesadaran untuk memilah sampah dari rumah pun semakin meningkat.
Antusiasme terlihat dari para siswa yang aktif bertanya dan berpartisipasi dalam sesi ice breaking berupa permainan memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Para guru di ketiga sekolah juga menyambut positif kegiatan ini dan berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu guru mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa KKN UNHAS Lapadde berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Kesadaran untuk memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan memanfaatkan bank sampah diharapkan tumbuh dan menjadi kebiasaan baik yang terus mereka bawa hingga dewasa. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kelurahan Lapadde dan sekitarnya.