Ruminews.id – MAMASA, 15 Juli 2026 – Menanggapi pernyataan miring yang menuding aksi unjuk rasa di Pertamina (SPBU) Mambi sebagai aksi “tanpa data”, inisiator aksi sekaligus aktifis pemuda Mamasa, Hardianto, angkat bicara. Hardianto menilai kritik yang dialamatkan kepadanya merupakan bentuk ketidaktahuan mendalam terhadap kondisi riil yang mencekik masyarakat di lapangan.
Hardianto menegaskan bahwa aksi massa yang digelarnya di SPBU Mambi lahir murni dari jeritan dan keresahan warga yang kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), bukan sebuah gerakan kosong tanpa dasar.
“Sangat menggelikan melihat ada orang yang berkomentar di media seolah-olah paham segalanya, padahal dia buta terhadap fakta di lapangan. Kalau dia bilang aksi kami datanya nol, saya undang untuk datang langsung menyaksikan bagaimana dugaan pengalaman BBM di SPBU mambi ,” ujar Hardianto dalam pernyataan resminya hari ini.
Menurut Ardianto, “data” paling valid dalam perjuangan rakyat bukanlah sekadar deretan angka di atas kertas laporan yang bisa dimanipulasi, melainkan realitas sosial berupa kelangkaan BBM yang terjadi berulang-ulang di wilayah Mambi dan sekitarnya.
Ia menyayangkan sikap oknum kritikus yang dinilai hanya mencari panggung dengan cara mendiskreditkan perjuangan masyarakat.
“Mereka yang mengkritik ini mungkin hidupnya nyaman, tidak pernah merasakan motornya mogok kehabisan bensin saat mau ke kebun atau kerja. Jangan karena duduk manis di zona nyaman, lalu dengan enteng menuduh kami mengada-ada. Menolak melihat penderitaan rakyat di SPBU Mambi itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap nurani,” tegas Hardianto.
Melalui rilis ini, Hardianto menyatakan tidak akan surut selangkah pun dalam mengawal isu distribusi BBM di Mamasa. Ia juga menantang para pihak yang meragukan gerakannya untuk melakukan debat terbuka atau turun langsung melakukan verifikasi bersama di lapangan, ketimbang hanya melempar opini liar di media.
“Perjuangan ini tidak akan berhenti hanya karena gonggongan opini yang tidak paham substansi. Kami akan terus bersuara sampai distribusi BBM di Mambi kembali normal dan berpihak pada rakyat kecil,” pungkasnya.