Ribuan Buruh Akan Kepung Taipei pada May Day 2026, Tuntut Jaminan Pensiun untuk Semua Pekerja Tanpa Diskriminasi

Ruminews.id, Taipei — Ribuan pekerja Taiwan dari berbagai elemen serikat pekerja dan sektor kerja direncanakan akan turun ke jalan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Jumat, 1 Mei 2026. Aksi ini akan dipusatkan di depan Gedung Kepresidenan Taiwan dan dilanjutkan dengan long march menuju Legislative Yuan. Aksi yang diorganisir oleh Aliansi May Day 2026 ini melibatkan puluhan serikat pekerja lokal serta satu serikat pekerja migran, Serikat Buruh Indonesia di Taiwan (SBIPT). Hingga saat ini, lebih dari 6.000 peserta telah menyatakan kesiapan untuk hadir, dengan jumlah yang diperkirakan terus bertambah menjelang hari pelaksanaan.

Tahun ini, peringatan May Day di Taiwan mengusung tema persatuan lintas sektor dan status pekerja. Tidak hanya berfokus pada pekerja lokal, aksi ini juga menyoroti tuntutan keadilan bagi pekerja migran, khususnya pekerja rumah tangga.

Dua isu utama yang diangkat dalam aksi tersebut adalah tuntutan penguatan dana pensiun bagi pekerja lokal serta desakan agar pekerja rumah tangga (PRT) migran turut dimasukkan dalam skema ketenagakerjaan serta sistem pensiun nasional Taiwan. Selama ini, pekerja migran terutama di sektor domestik dan perawatan dinilai masih menghadapi kesenjangan perlindungan sosial.

SBIPT, yang beranggotakan ratusan pekerja rumah tangga dan perawatan asal Indonesia, menjadi salah satu aktor kunci dalam mobilisasi aksi. SBIPT secara konsisten menyuarakan pentingnya jaminan sosial yang inklusif tanpa diskriminasi atas status kewarganegaraan atau jenis pekerjaan.

“Jaminan sosial harus untuk semua pekerja, tanpa diskriminasi,” menjadi pesan utama yang didorong oleh SBIPT dalam aksi Hari Buruh Sedunia 2026.

Selain di Taipei, rangkaian aksi May Day 2026 juga akan berlangsung di Kaohsiung. Di ibu kota Taipei, pekerja migran dijadwalkan akan bergabung bersama pekerja lokal dalam satu barisan, menegaskan bahwa perjuangan hak-hak buruh melampaui batas identitas nasional. Aksi ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mendorong reformasi kebijakan ketenagakerjaan di Taiwan, khususnya dalam memperluas akses perlindungan sosial bagi seluruh pekerja tanpa terkecuali.

Share

PENCARIAN
BERITA LAINNYA
  • All Posts
  • Bantaeng
  • Berau
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hulu Sungai Selatan
  • Infotainment
  • Internasional
  • Jakarta
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Kualanamu
  • Luwu Timur
  • Mandalika
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pali
  • Palu
  • Papua
  • Pemerintahan
  • Pemuda
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Politik
  • Soppeng
  • Tekhnologi
    •   Back
    • Makassar
    • Gowa
    • Maros
    • Takalar
    • Palopo
    • Jeneponto
    • Pangkep
    • Pare-pare
    • IKN
    • Bone
    • Bulukumba
    • Towuti
    • Sidrap
    • Purwakarta
    • Pekanbaru
    • Berau
    • Kolaka Timur
    • Enrekang
    • Serang
    • Tangerang Selatan
    • Bima
    • Nusa Tenggara Timur
    • Kolaka Utara
    • Barru
    • Cibubur
    • Jakarta
    • Luwu Timur
    • Luwu Utara
    • Padang
    • Pinrang
    • Polewali Mandar
    • Toraja
    • Selayar
    • Mamuju
    • Donggala
    • Soppeng
    • Parigi Moutong
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
    • Labuan Bajo
    • Mamasa
    • Kualanamu
    • Bantaeng
    • Ambon
    • Sinjai
    • Bombana
    • Jambi
    • Samarinda
    • Sorong
    • Tegal
    • Kendal
    • Kulon Progo
    • Morowali
    • Blora
    • Tual
    • Gunungkidul
    • Banten
    • Cilacap
    • Jayapura
    • Batam
    • Bantul
    • Sleman
    • Halmahera
    • Banjarnegara
    • Toraja Utara
    • Nabire
    • Bangkalan
    • Solo
    • Lamongan
    • Tangerang
    • Papua
    • Luwu
    • Malili
    • Tanah Bumbu
    •   Back
    • Badan Gizi Nasional
    •   Back
    • Dinas Koperasi Makassar
    •   Back
    • DPRD Kota Makassar
    • Prov Sulawesi Selatan
    • Pemerintah Kota Makassar
    • Pemerintah kabupaten Gowa
    • Dinas Koperasi Makassar
Scroll to Top