Ruminews.id, Yogyakarta — Di tengah dinamika politik Indonesia yang kerap didominasi tokoh-tokoh besar dari partai mapan, nama Samsuri, S.Pd.I., M.A. mungkin belum sepopuler figur nasional lainnya. Namun, bagi kalangan yang mengenalnya, Samsuri adalah sosok yang menempuh jalan politik secara bertahap, berangkat dari dunia pendidikan, aktivitas sosial kemasyarakatan, hingga akhirnya mendirikan kendaraan politiknya sendiri.
Perjalanan panjang itulah yang mengantarkan pendiri sekaligus Ketua Umum Partai Cinta Negeri (PCN) tersebut dideklarasikan sebagai Calon Presiden Republik Indonesia untuk Pemilihan Presiden 2029.
Lahir di Cirebon pada 27 April 1976, Samsuri tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana. Putra dari pasangan Jauri dan Julekha ini menghabiskan masa mudanya dengan menempuh pendidikan agama sekaligus menaruh perhatian pada berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Pengalaman hidup yang dekat dengan realitas rakyat menjadi salah satu fondasi yang membentuk cara pandangnya mengenai pentingnya pendidikan, keadilan sosial, dan peran negara dalam melayani warga.
Pendidikan tinggi ditempuhnya di Sekolah Tinggi Agama Islam Cirebon (STAIC), yang kini berkembang menjadi Institut Agama Islam (IAI) Cirebon. Di kampus tersebut ia meraih gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam. Keinginan untuk memperluas pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan dan administrasi publik kemudian membawanya melanjutkan studi Magister Ilmu Administrasi di Institut STIAMI Jakarta. Kombinasi latar belakang pendidikan agama dan administrasi publik inilah yang kemudian mewarnai pemikiran politik Samsuri, yang kerap menekankan pentingnya moralitas dalam penyelenggaraan negara sekaligus tata kelola pemerintahan yang profesional.
Sebelum dikenal sebagai politisi, Samsuri terlebih dahulu mengabdikan dirinya sebagai pendidik. Hingga kini ia masih aktif sebagai guru Sejarah Indonesia di salah satu SMA swasta di Kabupaten Bekasi. Dunia pendidikan bukan sekadar profesi baginya, melainkan ruang pengabdian yang membentuk kedekatannya dengan generasi muda dan persoalan masyarakat akar rumput.
Sejak tahun 2007, ia telah mengantongi sertifikasi guru dan dosen, sebuah pengakuan atas kompetensi dan dedikasinya di bidang pendidikan. Pengalaman mengajar selama bertahun-tahun membuatnya memahami secara langsung tantangan pendidikan nasional, mulai dari kualitas sumber daya manusia hingga akses terhadap kesempatan belajar yang merata.
Di luar ruang kelas, Samsuri juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan politik. Kiprahnya di dunia politik dimulai melalui berbagai pengalaman elektoral. Pada tahun 2008, ia maju sebagai calon Wakil Bupati Cirebon melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Enam tahun kemudian, ia kembali terjun ke kontestasi politik sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat X pada Pemilu 2014. Meski belum berhasil meraih jabatan publik melalui jalur tersebut, pengalaman tersebut memberinya pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika demokrasi Indonesia dan tantangan yang dihadapi partai-partai politik dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Perjalanan politik Samsuri mencapai babak baru ketika ia mendirikan Partai Cinta Negeri (PCN). Partai tersebut didirikan pada 17 November 2019 dan kemudian dideklarasikan secara resmi pada 22 November 2020 di Jakarta. Sejak awal, Samsuri memposisikan PCN sebagai wadah politik yang berupaya menggabungkan semangat kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, serta keberpihakan terhadap kesejahteraan rakyat.
Di bawah kepemimpinannya, PCN mengusung motto “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Indonesia” sebagai penegasan komitmen terhadap persatuan nasional di tengah keberagaman bangsa.
Bagi Samsuri, politik tidak semata-mata menjadi arena perebutan kekuasaan, melainkan instrumen untuk menghadirkan perubahan sosial. Karena itu, visi yang ia bawa melalui Partai Cinta Negeri berangkat dari cita-cita mewujudkan kehidupan bangsa yang bertakwa, aman, sejahtera, adil, dan berdaulat berdasarkan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.
Gagasan tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai agenda yang menekankan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, pemberantasan korupsi, penegakan hukum, pembangunan karakter bangsa, penguatan ekonomi kerakyatan, perluasan lapangan kerja, hingga perlindungan sosial bagi kelompok lanjut usia.
Pada 27 April 2025, Dewan Pimpinan Pusat Partai Cinta Negeri secara resmi mendeklarasikan Samsuri sebagai Calon Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu Presiden 2029. Deklarasi tersebut menjadi momentum penting bagi perjalanan politiknya. Dalam kesempatan itu, ia menerima amanah tersebut dengan menyatakan kesiapan untuk mengemban tanggung jawab sebagai calon pemimpin nasional.
Bagi para pendukungnya, pencalonan tersebut merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang seorang guru yang memilih memasuki dunia politik untuk memperjuangkan gagasan dan cita-cita kebangsaan yang diyakininya.
Meskipun masih menghadapi tantangan besar untuk memperluas basis dukungan dan memperkenalkan Partai Cinta Negeri kepada masyarakat luas, Samsuri memandang politik sebagai proses panjang yang membutuhkan ketekunan dan konsistensi. Ia kerap menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat demokrasi, serta membangun kehidupan politik yang harmonis dan beradab.
Di tengah polarisasi yang sering mewarnai ruang publik, pendekatan tersebut menjadi salah satu karakter yang ingin ditampilkan dalam perjalanan politiknya.
Dari seorang guru sejarah di Kabupaten Bekasi hingga menjadi pendiri partai politik dan calon presiden, perjalanan Samsuri menunjukkan bagaimana jalur politik dapat ditempuh dari ruang-ruang yang sederhana.
Bagi Samsuri, pengabdian kepada bangsa tidak hanya dilakukan dari balik meja birokrasi atau panggung kekuasaan, tetapi juga melalui pendidikan, organisasi, dan kerja-kerja sosial yang dekat dengan masyarakat. Itulah narasi yang terus ia bangun: bahwa kepemimpinan lahir dari pengalaman melayani, mendidik, dan memahami kebutuhan rakyat secara langsung.
Ia juga mengajak rakyat dari berbagai kalangan dan lapisan untuk berjuang bersama melawan dominasi elit politik dan menjadikan dunia politik sebagai ruang bagi rakyat miskin dan tertindas untuk berjuang dan meraih kesejahteraan. Ia membuka pintu lebar bagi masyarakat luas untuk bergabung dengan Partai Cinta Negeri melalui nomor WhatsApp – 089517358660






