KKN 116 UNHAS Lakessi mengadakan edukasi sampah plastik menjadi ecobrick di Sekolah Lentera Harapan.

Ruminews.id, Parepare — Sebagai Wujud nyata pengabdian kepada masyarakat Kota Parepare terkhusus wilayah Kelurahan Lakessi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 116 Universitas Hasanuddin mengadakan kegiatan Pemanfaatan Sampah Menjadi Ecobrick pada Jumat, 24 Juli 2026 bertempat di Sekolah Lentera Harapan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini menyasar ke Sekolah Dasar yang berada di Kelurahan Lakessi. Program ini merupakan unsur penting dari upaya mahasiswa KKN untuk menanamkan kesadaran mengenai lingkungan khususnya sampah sejak dini kepada generasi muda penerus bangsa.

Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi mengenai definisi ecobrick, manfaat ecobrick, dan tata cara praktik pembuatan ecobrick. Para siswa diajak untuk bisa memahami mengenai pengelolaan sampah yang sebenarnya dapat dikelola atau dijadikan menjadi suatu barang yang bermanfaat bagi lingkungan masyarakat.

Selanjutnya, para siswa diperkenalkan dengan ecobrick, yaitu botol plastik bekas yang diisi secara padat menggunakan potongan sampah plastik bersih dan kering hingga menjadi material yang kuat dan dapat di manfaatkan kembali. Mahasiswa KKN menjelaskan proses pembuatan ecobrick mulai dari pemilahan sampah plastik, pembersihan, pengeringan, pemotongan, hingga teknik memadatkan sampah ke dalam botol menggunakan tongkat agar menghasilkan ecobrick yang berkualitas.

Sebagai bentuk pembelajaran interaktif, siswa diajak mempraktikkan langsung pembuatan ecobrick menggunakan botol plastik bekas secara berkelompok sesuai dengan kreativitas mereka masing-masing. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga melatih kreativitas, kerja sama, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Ecobrick yang berhasil dibuat kemudian diperkenalkan sebagai bahan dasar pembuatan produk ramah lingkungan, seperti kursi, meja, pot tanaman, maupun media pembelajaran sederhana. Melalui contoh tersebut, siswa diajak memahami bahwa sampah plastik tidak selalu menjadi limbah tetapi diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti demonstrasi, serta bersemangat menyusun sampah plastik kedalam botol ecobrick. Para guru Sekolah Lentera Harapan Kota Parepare juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini karena dinilai mampu meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan melalui metode pembelajaran yang menarik, edukatif, dan aplikatif.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNHAS 116 Kelurahan Lakessi berharap siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun sekolah dengan membiasakan diri mengurangi pemggunaan sampah plastik menjadi ecobrick. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pendidikan lingkungan hidup serta upaya mitigasi perubahan iklim yang berkelanjutan di Kota Parepare.

Share

Scroll to Top