Ruminews.id, Bone — Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kabupaten Bone, Muhammad Fadhil Gufran, menilai bahwa setiap upaya mendorong keberhasilan program pemerintah perlu dibangun di atas semangat kolaborasi, tanggung jawab, dan orientasi pada kepentingan masyarakat.
Menanggapi pemberitaan mengenai instruksi Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bone, Ahmad Zainuddin Tembong, kepada kader dan simpatisan untuk mengawal program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Fadhil memandang bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang dirumuskan, tetapi juga oleh pelaksanaan yang tepat sasaran serta partisipasi aktif masyarakat.
Menurutnya, program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan penguatan swasembada pangan perlu dikawal secara bersama agar tujuan yang hendak dicapai dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. Namun, kepentingan masyarakat harus tetap menjadi titik temu. Program yang baik perlu didukung, pelaksanaannya perlu dikawal, dan kekurangannya perlu disampaikan melalui kritik yang santun, objektif, serta membangun,” demikian pandangan yang dapat disampaikan Fadhil.
Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap program pemerintah tidak harus dimaknai sebagai sikap tanpa evaluasi. Sebaliknya, dukungan yang dewasa harus disertai kepedulian, pengawasan, dan keberanian menyampaikan masukan demi penyempurnaan kebijakan.
Bagi Fadhil, organisasi kepemudaan dan mahasiswa memiliki ruang strategis untuk menjadi jembatan aspirasi masyarakat. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui edukasi publik, pengawasan sosial, serta penyampaian kritik yang berlandaskan data dan kepentingan bersama.
“Yang perlu kita kedepankan adalah bagaimana seluruh elemen bangsa dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya. Pemerintah menjalankan kebijakan, masyarakat berpartisipasi, dan mahasiswa turut mengawal agar pembangunan senantiasa berjalan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ruang publik agar tetap sehat di tengah derasnya arus informasi digital. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta membiasakan diri mengedepankan tabayun, dialog, dan sikap saling menghormati.
Menutup pandangannya, Fadhil berharap semangat kolaborasi dapat terus tumbuh di Kabupaten Bone, tanpa mengesampingkan nilai-nilai demokrasi dan ruang evaluasi yang sehat.
“Pada akhirnya, yang paling penting bukan siapa yang paling banyak berbicara tentang pembangunan, melainkan bagaimana setiap ikhtiar benar-benar menghadirkan manfaat bagi rakyat. Kita boleh berbeda dalam pandangan, tetapi hendaknya tetap bersatu dalam cita-cita mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan bermartabat.”
***
Kontributor: Arly Guliling Makkasau
Editor: Iman Amirullah



