Iran Peringatkan AS, Sebut Pertempuran dan Perang Baru Sulit Dihindari

Ruminews.id, Yogyakarta — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah seorang pejabat militer senior Iran menyatakan bahwa kemungkinan terjadinya pertempuran dan perang baru antara kedua negara kini semakin terbuka dan sulit dihindari.

Mengutip laporan AFP, pernyataan tersebut muncul di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara Teheran dan Washington yang hingga kini masih terjebak dalam kebuntuan. Proses negosiasi yang sebelumnya diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan damai permanen belum menunjukkan perkembangan berarti.

Pernyataan keras itu disampaikan oleh Wakil Kepala Komando Militer Pusat Iran Khatam al-Anbiya, Mohammad Jafar Assadi, yang menilai sikap Amerika Serikat menjadi penyebab utama mandeknya perundingan.

“Amerika Serikat menuntut penyerahan total kami, dan bangsa Iran tidak akan pernah menyerah,” tegas Assadi dalam pernyataan resminya, Selasa (2/6/2026).

Assadi menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima tuntutan yang dianggap mengharuskan negara tersebut menyerahkan kedaulatannya. Menurutnya, selama Washington tetap mempertahankan posisi tersebut, peluang tercapainya kesepakatan akan semakin kecil.

“Tanpa penyerahan diri, perang tidak bisa dihindari,” ujar Assadi.

Ia menambahkan bahwa tanpa adanya kompromi yang seimbang dari pihak Amerika Serikat, konfrontasi bersenjata berpotensi menjadi satu-satunya jalan yang tersisa bagi kedua negara.

Pernyataan itu menambah kekhawatiran dunia internasional mengenai masa depan stabilitas kawasan Timur Tengah yang masih dibayangi konflik berkepanjangan antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutu-sekutunya.

Sebelumnya, konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran pecah pada 28 Februari 2026 setelah AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer dan fasilitas strategis Iran. Serangan tersebut memicu respons militer dari Teheran dan dengan cepat berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas.

Dalam perkembangan berikutnya, Iran melancarkan serangan balasan terhadap berbagai sasaran yang dianggap terkait dengan kepentingan AS dan Israel. Konflik juga berdampak pada jalur perdagangan global setelah terjadi gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.

Setelah berlangsung selama beberapa pekan, upaya diplomasi yang dimediasi oleh Pakistan akhirnya menghasilkan kesepakatan gencatan senjata sementara pada 8 April 2026. Kesepakatan tersebut pada awalnya berlaku selama dua pekan sebelum kemudian diperpanjang guna memberikan ruang bagi kedua pihak untuk melanjutkan perundingan damai.

Meskipun demikian, kondisi di lapangan tetap rapuh. Baik Iran maupun Amerika Serikat beberapa kali saling menuduh melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. Situasi keamanan kawasan juga semakin rumit akibat berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon serta perselisihan terkait akses dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Hingga awal Juni 2026, proses negosiasi damai antara Teheran dan Washington belum menghasilkan kesepakatan permanen. Bahkan, Iran mengumumkan penghentian sementara perundingan dengan Amerika Serikat setelah eskalasi militer Israel di Lebanon yang meningkat sejak akhir pekan lalu.

Share

PENCARIAN
BERITA LAINNYA
  • All Posts
  • Bantaeng
  • Berau
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hulu Sungai Selatan
  • Infotainment
  • Internasional
  • Jakarta
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Kualanamu
  • Luwu Timur
  • Mandalika
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pali
  • Palu
  • Papua
  • Pemerintahan
  • Pemuda
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Politik
  • Soppeng
  • Tekhnologi
    •   Back
    • Makassar
    • Gowa
    • Maros
    • Takalar
    • Palopo
    • Jeneponto
    • Pangkep
    • Pare-pare
    • IKN
    • Bone
    • Bulukumba
    • Towuti
    • Sidrap
    • Purwakarta
    • Pekanbaru
    • Berau
    • Kolaka Timur
    • Enrekang
    • Serang
    • Tangerang Selatan
    • Bima
    • Nusa Tenggara Timur
    • Kolaka Utara
    • Barru
    • Cibubur
    • Jakarta
    • Luwu Timur
    • Luwu Utara
    • Padang
    • Pinrang
    • Polewali Mandar
    • Toraja
    • Selayar
    • Mamuju
    • Donggala
    • Soppeng
    • Parigi Moutong
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
    • Labuan Bajo
    • Mamasa
    • Kualanamu
    • Bantaeng
    • Ambon
    • Sinjai
    • Bombana
    • Jambi
    • Samarinda
    • Sorong
    • Tegal
    • Kendal
    • Kulon Progo
    • Morowali
    • Blora
    • Tual
    • Gunungkidul
    • Banten
    • Cilacap
    • Jayapura
    • Batam
    • Bantul
    • Sleman
    • Halmahera
    • Banjarnegara
    • Toraja Utara
    • Nabire
    • Bangkalan
    • Solo
    • Lamongan
    • Tangerang
    • Papua
    • Luwu
    • Malili
    • Tanah Bumbu
    • Sorong Selatan
    •   Back
    • Badan Gizi Nasional
    •   Back
    • Dinas Koperasi Makassar
    •   Back
    • DPRD Kota Makassar
    • Prov Sulawesi Selatan
    • Pemerintah Kota Makassar
    • Pemerintah kabupaten Gowa
    • Dinas Koperasi Makassar
Scroll to Top