Ruminews.id, Teheran — Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur strategis Iran akan mendapat balasan yang setimpal. Pernyataan itu disampaikan melalui akun X resminya pada Jumat (10/7/2026) sebagai respons terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam unggahannya, Zolqadr menegaskan Iran tidak akan tinggal diam apabila fasilitas vital negara menjadi sasaran serangan. Ia juga menyatakan bahwa Israel akan ikut menjadi target respons apabila terlibat dalam serangan terhadap Iran.
“Sebagaimana telah kami nyatakan sebelumnya, setiap serangan terhadap infrastruktur akan dibalas dengan tindakan yang setimpal,” tulis Zolqadr.
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump dilaporkan mengancam akan menjadikan jembatan, pembangkit listrik, dan infrastruktur strategis Iran sebagai sasaran. Ketegangan antara kedua negara meningkat menyusul serangan Amerika Serikat ke sejumlah wilayah di Iran pada Rabu dan Kamis pekan ini.
Menurut media pemerintah Iran, serangan tersebut menyasar fasilitas militer dan sipil serta menyebabkan sedikitnya 14 orang tewas. Pemerintah Iran menilai tindakan tersebut melanggar nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati Teheran dan Washington untuk meredakan konflik.
Media Iran juga mengklaim bahwa pasukan negara itu telah melancarkan operasi balasan dengan menembakkan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan. Hingga kini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Selain menyampaikan peringatan, Zolqadr melontarkan kritik kepada Trump dengan menyebut Presiden Amerika Serikat itu sebagai sosok yang terus mengeluarkan pernyataan provokatif di tengah suasana duka nasional di Iran.
Menurut Zolqadr, Trump juga menunjukkan kemarahan terhadap besarnya partisipasi masyarakat dalam rangkaian penghormatan dan pemakaman Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang digelar di sejumlah kota di Iran dan Irak.
Sementara itu, media Iran melaporkan prosesi penghormatan dan pemakaman Ayatullah Sayyid Ali Khamenei berlangsung selama enam hari di Teheran, Qom, Najaf, Karbala, dan Mashhad. Kantor berita Fars mengklaim sekitar 43 juta orang menghadiri rangkaian acara tersebut. Angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.