Ruminews.id, Jakarta – Pemerintah India menyatakan pembahasan kerja sama pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos dengan Indonesia masih terus berlangsung dan berprogres positif.
Hal itu disampaikan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, dalam konferensi pers di Kedutaan Besar India di Jakarta, Jumat (3/7).
“Kerja sama pertahanan masih menjadi bagian dari pembahasan yang sedang berlangsung. Seperti yang mungkin telah Anda baca di media, Indonesia telah menyatakan ketertarikannya terhadap sistem rudal BrahMos,” papar Chakravorty.
Menurutnya, sistem rudal BrahMos memiliki kemampuan yang andal dengan biaya yang kompetitif sehingga sesuai dengan kebutuhan negara-negara seperti Indonesia. India sebelumnya juga telah merampungkan kesepakatan ekspor rudal BrahMos dengan Filipina.
Chakravorty menyampaikan bahwa proses negosiasi dengan Indonesia telah mencapai tahap yang sangat positif dan berharap sejumlah kesepakatan terkait BrahMos dapat segera diselesaikan.
“Sementara itu, pembahasan dengan Indonesia telah mencapai tahap yang sangat maju. Kami berharap dapat segera merampungkan sejumlah kesepakatan terkait BrahMos.”
Ia menambahkan, kerja sama pertahanan antara India dan Indonesia tidak hanya mencakup pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga diarahkan pada penguatan industri pertahanan dan peningkatan kemandirian nasional.
Sebagai negara yang kini mulai berkembang sebagai eksportir peralatan pertahanan, India ingin berbagi pengalaman dengan Indonesia yang tengah memperkuat kapasitas industri pertahanannya.
Selain sektor pertahanan, kedua negara juga akan membahas sejumlah bidang strategis lainnya, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi industri, hingga kebudayaan.
“Kami melihat peluang investasi di Indonesia dan memproduksi di Indonesia untuk dunia,” kata Chakravorty.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 17 Maret 2026 menyatakan skema pembiayaan pengadaan rudal BrahMos telah terintegrasi dalam pagu anggaran 2026 sehingga tidak akan mengganggu kondisi keuangan negara.
Peluang kerja sama teknologi rudal BrahMos sendiri telah dijajaki sejak Desember 2024 saat Kepala Staf Angkatan Laut India Laksamana Dinesh K. Tripathi melakukan kunjungan ke Jakarta dan bertemu Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) RI Laksamana TNI Muhammad Ali.
Dalam pertemuan tersebut, peluang kolaborasi teknologi pertahanan, termasuk pengembangan sistem rudal BrahMos, menjadi salah satu agenda pembahasan kedua negara.