IJABI Peringati Milad ke-26, Tegaskan Penguatan Gerakan Intelektual dan Perkhidmatan Sosial

Ruminews.id, Bandung – Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menegaskan komitmennya memperkuat gerakan intelektual dan perkhidmatan sosial sebagai arah perjuangan organisasi. Peringatan yang digelar di Aula KH. Jalaluddin Rakhmat, Bandung, dihadiri ratusan delegasi dari berbagai daerah di Indonesia dan bertepatan dengan momentum bulan Muharram.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Pusat IJABI menjelaskan bahwa organisasi yang berdiri pada 1 Juli itu dibangun atas semangat kecintaan kepada Ahlul Bait sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Ia mencontohkan keteladanan Imam Ali bin Husain As-Sajjad yang tetap menyebarkan ilmu melalui pelayanan kepada masyarakat meski menghadapi tekanan politik.

Menurutnya, semangat tersebut menjadi inspirasi bagi IJABI dalam menjalankan berbagai program sosial dan pendidikan di tengah masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa IJABI tengah menjajaki kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan penelitian mengenai studi Fathimiah dan komunitas mazhab di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Syura IJABI KH. Miftah Fauzi Rakhmat menyoroti pandangan mengenai posisi IJABI sebagai kelompok minoritas. Ia menilai ukuran mayoritas dan minoritas tidak semata ditentukan oleh jumlah pengikut, tetapi juga kesamaan nilai kemanusiaan dan visi kebangsaan yang diperjuangkan organisasi.

Luncurkan Dua Buku

Peringatan Milad ke-26 juga menjadi momentum peluncuran dua buku, yakni buku yang mengulas pemikiran Ayatullah Ali Khamenei yang ditulis oleh 34 intelektual Indonesia serta buku Lima Pilar IJABI. Peluncuran tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tradisi intelektual organisasi.

Selain peluncuran buku, acara diisi dengan penyampaian refleksi dari sejumlah anggota Dewan Syura dan tokoh IJABI. Mereka menekankan pentingnya menjaga persatuan pencinta Ahlul Bait, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, mengembangkan pemikiran pendiri IJABI KH. Jalaluddin Rakhmat, serta meningkatkan peran perempuan dalam kehidupan organisasi dan sosial.

Dialog Buku Bahas Perempuan, Spiritualitas, dan Ketahanan Bangsa

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan dialog buku yang menghadirkan sejumlah akademisi.

Dr. Neng Hannah membahas perspektif perempuan dan realitas sosial di Iran. Ia menilai berbagai pandangan mengenai perempuan di Iran tidak lepas dari konstruksi pengetahuan dan relasi kekuasaan dalam arus informasi global. Berdasarkan pengalamannya berkunjung ke negara tersebut, ia mengatakan perempuan memiliki ruang yang cukup besar dalam pendidikan dan kehidupan publik.

Sementara itu, Dr. Asep Salahuddin mengulas konsep wilayah, syahadah, dan ukhuwah dalam pemikiran Ayatullah Ali Khamenei. Menurutnya, ketiga konsep tersebut memiliki irisan dengan nilai-nilai budaya Sunda, terutama dalam aspek pelayanan kepada masyarakat, spiritualitas, dan solidaritas sosial.

Adapun Dr. Dedi Jamaluddin Malik membahas isu ketahanan nasional dan geopolitik. Ia menilai daya tahan suatu negara dipengaruhi oleh investasi pada ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, serta kepemimpinan yang mampu membangun institusi dan sistem komunikasi yang kuat.

Menutup rangkaian dialog, KH. Miftah Fauzi Rakhmat menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang disiplin dan kepatuhan terhadap sistem sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang efektif. Menurutnya, pengorganisasian yang baik menjadi fondasi dalam mewujudkan cita-cita peradaban yang diusung IJABI.

Share

PENCARIAN
BERITA LAINNYA
KATEGORI
Scroll to Top