ruminews.id, Takalar – Bahan bakar minyak (BBM) kini telah menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat sulawesi selatan termasuk masyarakat Kabupaten Takalar yang dinilai langkanya bahan bakar minyak dengan antrian puluhan hingga ratusan meter, yang menyebabkan kecemasan ditengah masyarakat yang akan bekepanjangan.
Dari antrian BBM yang berkepanjangan Dinas energi dan sumber daya mineral Provinsi Sulawesi selatan, telah mengeluarkan surat dengan nomor 670/2478/DESDM, tentang penanganan antrian panjang di SPBU wilayah sulawesi selatan kepada Executive General Maneger Regional Sulawesi PT Pertamina Patra Niaga, yang diharapkan untuk pihak SPBU dapat melakukan beberapa hal diantaranya: Penerapan sistem ganjil genap pengisian BBM subsidi, Penjadwalan ulang pengisian kendaraan truck, Pembatasan pengisian pada indikator 1 Bar kebawah, Penertiban personel dan Nozel SPBU dan Inovasi pengisian bahan bakar.
Dari surat yang dikeluarkan Pemprov Sul-sel kepada PT Pertamina Patra Niaga Regiona Sulawesi Selatan, Rizal Sukarman selaku Sekjend PB Hipermata (Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar), mempertegas kembali terkait 5 poin yang ada pada surat tersebut agar dapat diindahkan di daerah daerah seperti Kab. Takalar.
Agar antrian dapat tertib sesuai dengan pengunaan sistem ganjil genap dan pengisian kendaraan truck pada malam hari, demi mengurangi angka kemacetan.
“Kami dari PB Hipermata berharap pihak pemerintah daerah, TNI Polri dan segenap masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan mengawasi terkait penerapan ganjil genap dan 5 poin yang ada, guna ketertiban dalam pengisian BBM dan ada solusi secepatnya yang dapat diberikan akan kelangkaan BBM, karena kita tau masyarakat Takalar adalah masyarakat yang dapat bekerjasama dan saling menjaga demi kondusifitas daerah kita bersama”. Rizal tutupnya.


