Ketum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah: Kinerja Mentan Amran Layak Diapresiasi

ruminews.id, JAKARTA—Sebagai representasi jutaan pelajar di seluruh penjuru tanah air, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) melihat bahwa kepemimpinan yang progresif harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan oleh rakyat. Semangat kolaborasi dan kerja keras inilah yang tercermin dari kinerja Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di bawah Kabinet Merah Putih.

Berdasarkan data lembaga riset, konsistensi kinerja Mentan Amran menuai apresiasi luas dari publik. Pada tahun 2025, Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepuasan publik terhadap beliau berada di puncak dengan angka 84,9%. Tren positif tersebut terus menanjak pada tahun 2026, di mana IndexPolitica merilis elektabilitas serta kepuasan kinerja beliau menembus angka 91%.

Ketahanan Pangan: Fondasi Masa Depan Generasi Muda

Bagi PP IPM, sektor pertanian memegang peran krusial bagi masa depan bangsa. Kedaulatan pangan bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan fondasi utama agar generasi muda Indonesia tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Langkah taktis, kecepatan birokrasi, serta budaya turun langsung ke lapangan yang ditunjukkan Mentan Amran selama dua tahun terakhir memberikan teladan penting bagi para pelajar. Bahwa sebuah perubahan besar selalu berakar dari keberanian mengambil keputusan dan kerja keras tanpa henti.

Menjadikan Teladan untuk Budaya Kerja Nasional

Melihat torehan prestasi dan integritas tersebut, Ketum PP IPM menilai sudah saatnya etos kerja berorientasi hasil ini dijadikan inspirasi lintas sektor. Kepemimpinan yang berpihak kepada kesejahteraan petani dan kemandirian bangsa layak dijadikan blueprint atau rujukan teladan bagi kementerian serta lembaga negara lainnya.

Sebagai gerakan pelajar, PP IPM senantiasa mendorong kadernya untuk meneladani semangat solutif, produktif, dan berjiwa pelayan masyarakat yang ditunjukkan oleh para tokoh bangsa. Mari terus dukung kerja-kerja nyata demi mengantar Indonesia menuju kedaulatan pangan yang mandiri dan bermartabat.

Share

Scroll to Top