Ruminews.id, Parepare – Tim mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) merancang inovasi bertajuk “KMeals: Optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis melalui Segmentasi Pola Konsumsi Siswa (SD-SMA) Berbasis Machine Learning di Kota Parepare”. Riset ini digagas oleh M. Isra Al Mirad sebagai ketua tim bersama empat anggotanya, yaitu Nurhikmah, Ridho Fatilla Wibawa, Vitra Muliana, dan Mulfiansa, di bawah bimbingan dosen pendamping Ahmad Husain, S.Si., M.Stat.
Inisiatif riset ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan memperbaiki status nutrisi generasi muda. Namun, ditemukannya permasalahan food waste atau sisa makanan (plate waste) di sekolah menjadi tantangan tersendiri. Pendekatan penyediaan menu yang seragam (one-size-fits-all) dinilai kurang efektif mengingat adanya perbedaan kebutuhan biologis, preferensi rasa, serta faktor psikologi dan interaksi sosial lintas jenjang pendidikan.
Melalui riset ini, tim mahasiswa ITH memanfaatkan pendekatan sains data (nutrition informatics) dengan mengintegrasikan algoritma Machine Learning (khususnya K-Means Clustering). Pendekatan ini digunakan untuk memetakan dan mengelompokkan pola konsumsi, preferensi sensorik, hingga tingkat sisa makanan dari 600 siswa sasaran jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK di Kota Parepare secara presisi.
Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui observasi langsung penimbangan sisa makanan serta penyebaran kuesioner preferensi sensorik dan psikologi makan. Data multidimensi yang diperoleh kemudian diolah menggunakan kerangka kerja CRISP-DM dan diproses melalui Python di platform Google Colab Pro.
Hasil dari pengelompokan (clustering) ini nantinya akan ditransformasikan ke dalam model formulasi menu adaptif yang disajikan melalui sebuah dashboard analitik. Dashboard monitoring tersebut dirancang sebagai sistem pendukung keputusan bagi pengelola program maupun pihak sekolah dalam menyusun rekomendasi menu yang lebih variatif dan disukai siswa tanpa mengurangi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Melalui program “KMeals”, tim PKM-RSH ITH berharap riset ini dapat memberikan kontribusi nyata berupa evaluasi berbasis bukti (evidence-based) bagi pemerintah daerah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Diharapkan, penerapan rekomendasi menu adaptif berbasis data ini mampu menekan angka pemborosan makanan (food waste) sekaligus mengoptimalisasi penyerapan gizi siswa secara maksimal di Kota Parepare.



