Mahasiswa KKN UNHAS Lakessi Edukasi Pengolahan Limbah Organik Menjadi Kompos Takakura Ramah Lingkungan

Ruminews.id, Parepare — Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang, Kota Parepare merupakan salah satu tempat pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin dengan membawakan Tematik Perubahan Iklim. Dengan adanya tematik yang dibawakan maka mahasiswa KKN UNHAS 116 memilih untuk melakukan program kerja yang berdampak baik bagi perubahan lingkungan khususnya di Kelurahan Lakessi, Kota Parepare.

Kegiatan ini berfokus pada pengolahan limbah organik yang belum terolah dengan baik dan benar. Adanya gas metana yang dihasilkan oleh limbah organik mengakibatkan perubahan iklim secara bertahap, kenaikan suhu menjadi keluhan bagi masyarakat setempat dan menjadi acuan kuat mengapa kegiatan ini dilaksanakan serta menyasar kepada masyarakat setempat.

Diawali dengan observasi terlebih dahulu, lalu muncul ide yaitu melakukan edukasi terkait limbah organik kepada masyarakat dan menjelaskan bentuk apa saja yang dapat dilakukan untuk pengolahan limbah organik. Selanjutnya dilakukan pelatihan pengolahan limbah organik secara langsung.

Pelatihan berfokus pada salah satu pengolahan limbah organik yang mudah serta sangat relevan dengan keadaan saat ini. Kompos Takakura adalah kompos yang berasal dari limbah organik yang terurai dengan bantuan mikroorganisme serta oksigen dan menghasilkan kompos yang tidak berbau (gas metana). Kompos Takakura tidak menggunakan lahan yang luas sehingga dapat dilakukan oleh semua orang.

Hanya menggunakan keranjang berlubang, bantalan serbuk kayu, kain hitam, karton dan bahan-bahannya berupa limbah organik yang telah dicacah (±2cm), kompos starter, dan larutan EM4 (±10-20 mL EM4, ±10-20 gram gula, ±1.000mL air bersih). Bagian sisi dalam keranjang dilapisi oleh kardus, kemudian sebagai lapisan pertama adalah bantalan serbuk kayu. Pada pelatihan ini, mahasiswa KKN UNHAS 116 membuat bantalan serbuk kayu menggunakan kain bekas berongga dan mendapatkan serbuk kayu dari TPS3R Kelurahan Lakessi, Kota Parepare. Selanjutnya lapisan kedua adalah kompos starter sampai menutupi bantalan serbuk kayu, mahasiswa KKN UNHAS 116 mendapatkan kompos starter dari TPS3R sehingga masyarakat setempat dapat dengan mudah memiliki kompos starter. Lapisan ketiga adalah limbah organik dan menuangkan sedikit larutan EM4 pada limbah organik, kemudian ditimbun kembali oleh kompos starter, lapisan terakhir menggunakan bantalan serbuk kayu, dan keranjang kemudian ditutup menggunakan kain hitam guna menjaga suhu kompos. Dilakukan pengadukan satu kali dalam dua hari, serta menuangkan sedikit larutan EM4. Membutuhkan waktu 14-30 hari untuk hasil kompos yang sempurna dan siap digunakan atau dijual.

Dari pelatihan pengolahan limbah organik berlangsung, terlihat masyarakat antusias dalam bertanya dan memberikan komentar yang positif. Hasil kompos Takakura pada pelatihan juga secara resmi diserahkan kepada Kelurahan Lakessi, Kota Parepare sebagai awal dari perkembangan pengolahan limbah organik.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN UNHAS 116 Kelurahan Lakessi berharap dari program kerja yang telah terlaksanakan dapat menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kesadaran dan rasa tanggung jawab pada limbah yang kita hasilkan untuk diolah dengan baik dan benar. Selain dari itu melalui program kerja ini menjadi salah satu bentuk konstribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pendidikan lingkungan hidup serta upaya mitigasi perubahan iklim yang berkelanjutan di Kota Parepare.

Share

Scroll to Top