Ruminews.id, Hong Kong – Persatuan BMI Tolak Overcharging (PILAR) menggelar Pertemuan Umum Tahunan (PUT) perdana di Politeknik Universitas Hong Kong, Hung Hom, Minggu (12/7/2026). Pertemuan yang dihadiri sekitar 80 anggota beserta sejumlah mitra jaringan tersebut menjadi forum evaluasi organisasi sekaligus penetapan arah program kerja untuk satu tahun mendatang.
Kegiatan diawali dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pemutaran film dokumenter mengenai sejarah perjuangan PILAR. Dokumentasi tersebut ditampilkan untuk memperkenalkan perjalanan organisasi kepada anggota sekaligus merefleksikan konsistensi perjuangan sejak organisasi berdiri pada 2007.
PUT 2026 menjadi forum pelaporan pertama yang dilakukan PILAR secara menyeluruh. Dalam pertemuan tersebut, pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan program selama periode Juni 2025 hingga Juni 2026. Laporan meliputi berbagai bidang, mulai dari kampanye, pelayanan bagi pekerja migran, pendidikan, penguatan jaringan, pengelolaan media, hingga laporan keuangan organisasi.
Sebagai aliansi yang menghimpun organisasi dan kelompok pekerja migran Indonesia di Hong Kong, PILAR selama ini dikenal memperjuangkan penghapusan praktik overcharging, yakni pembebanan biaya penempatan yang tinggi kepada pekerja migran oleh perusahaan maupun agensi penyalur tenaga kerja. Selain itu, organisasi juga aktif mengadvokasi perlindungan hak-hak pekerja migran Indonesia beserta keluarganya.
Dalam pertemuan tersebut, peserta juga mengesahkan program kerja organisasi untuk periode 2026-2027. Program tersebut merupakan hasil pembahasan dan usulan dari 14 organisasi anggota yang sebelumnya telah dirumuskan dalam peringatan Milad ke-19 PILAR pada Mei lalu.
Koordinator PILAR, Jepy, mengatakan keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada pengurus, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh anggota dalam menjalankan agenda perjuangan bersama.
Menurutnya, program yang telah disepakati diharapkan dapat memperkuat kerja-kerja advokasi organisasi, baik dalam memperjuangkan perlindungan pekerja migran maupun mengawal berbagai isu keadilan sosial yang menjadi perhatian PILAR.
Acara ditutup dengan pemutaran dokumentasi perayaan Milad ke-19 PILAR dan penampilan lagu-lagu perjuangan yang dibawakan anggota organisasi. Melalui penyelenggaraan PUT perdana ini, PILAR berharap dapat memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan efektivitas advokasi bagi pekerja migran Indonesia di Hong Kong.