ruminews.id, Makassar – Sekretaris Umum UKM Manuver Bosowa, Andi Makkasau Raja, menjelaskan bahwa Komitmen membangun lingkungan kampus yang sehat dan bebas narkoba ditunjukkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Manuver Universitas Bosowa melalui penyelenggaraan Seminar Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) bertema “Membangun Generasi Sehat Bebas Narkoba serta Cerdas dan Kuat melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”.
Kegiatan yang digelar pada Selasa, 14 Juli 2026 di Aula Fakultas Teknik Lantai 5 Gedung II Universitas Bosowa ini menghadirkan M. Rizaldy, A.Md.Kep., ICARA, Program Manager BNN Baddoka, dan Ruslan Mustari, S.H., M.H., Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Bosowa, sebagai narasumber.
Seminar turut dihadiri Kepala Departemen Kemahasiswaan Universitas Bosowa Muflih Mubarak, S.E., M.Si., mewakili Wakil Rektor III, Pendiri UKM Manuver Asriandy Jaya, S.H., M.H., pengurus UKM Manuver, serta mahasiswa dari berbagai program studi.
Sekretaris Umum ukm manuver bosowa ananda andi makkasau raja , menjelaskan bahwa seminar tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi mahasiswa dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional yang setiap tahun diperingati pada 26 Juni.

Ia menuturkan, tema yang diangkat mengacu pada gerakan Ananda Bersinar atau Aksi Bersih Narkoba yang diinisiasi Badan Narkotika Nasional sebagai upaya mendorong generasi muda menjauhi penyalahgunaan narkotika melalui edukasi yang berkelanjutan.
“Kami berharap seminar ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang belajar yang membuat mahasiswa semakin memahami bahaya penyalahgunaan narkoba. Karena itu kami mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi dan memanfaatkan kesempatan ini bersama narasumber yang memiliki pengalaman di bidang hukum maupun kesehatan,” ujar Karca.
Mewakili Wakil Rektor III, Kepala Departemen Kemahasiswaan Universitas Bosowa Muflih Mubarak, S.E., M.Si. secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif mahasiswa untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari narkoba.
“Semoga melalui seminar ini kita dapat meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan meneguhkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Jadilah generasi yang cerdas, berintegritas, dan berani mengatakan tidak terhadap narkoba,” ungkapnya.
Seminar menghadirkan dua perspektif yang saling melengkapi. Ruslan Mustari memaparkan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dari sudut pandang hukum, termasuk konsekuensi pidana yang dapat menjerat pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
Sementara itu, M. Rizaldy menjelaskan dampak narkotika terhadap kesehatan fisik dan mental, serta pentingnya upaya pencegahan sejak dini melalui edukasi dan keterlibatan aktif generasi muda. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang memanfaatkan kesempatan untuk berdialog langsung bersama kedua narasumber.
Melalui seminar HANI ini, Universitas Bosowa terus memperkuat peran organisasi kemahasiswaan sebagai mitra strategis dalam membangun karakter mahasiswa yang berintegritas dan peduli terhadap isu-isu sosial.
Sinergi antara sivitas akademika, Badan Narkotika Nasional, dan mahasiswa diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan yang aktif menyebarkan edukasi anti narkoba, sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.