ATKI Hong Kong Gelar Pertemuan Umum Tahunan ke-11, Bahas Capaian dan Penguatan Organisasi Migran

Ruminews.id, Hong Kong — Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) Hong Kong menggelar Pertemuan Umum Tahunan (PUT) ke-11 pada Minggu (31/5/2026) di Gedung Africa Centre Jordan, Hong Kong. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 16.00 waktu setempat itu menjadi forum evaluasi tahunan sekaligus ruang konsolidasi bagi pengurus dan anggota organisasi pekerja migran tersebut.

Acara diawali dengan doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, pemutaran film yang menampilkan perjalanan perjuangan dan pembangunan organisasi, serta penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan selama tahun 2025.

Ketua ATKI Hong Kong, Rosidah, mengatakan bahwa organisasi yang berdiri sejak tahun 2000 tersebut terus memainkan peran penting dalam memperjuangkan hak-hak pekerja migran Indonesia di Hong Kong. Menurutnya, selama lebih dari dua dekade, ATKI aktif memberikan advokasi, pendampingan kasus, pendidikan, hingga kampanye yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan pekerja migran dan keluarganya.

“Sebagai organisasi akar rumput, ATKI mempunyai peran penting dalam memberikan advokasi, pelayanan dan pendampingan kasus, pendidikan serta kampanye untuk memperjuangkan kesejahteraan migran. Bentuk perjuangan itu dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari aksi protes di depan KJRI hingga forum-forum dialog dan diskusi,” ujar Rosidah.

Dalam struktur organisasi ATKI, PUT merupakan forum tertinggi kedua setelah Kongres. Forum ini menjadi sarana bagi pengurus untuk melaporkan hasil kerja organisasi, memaparkan berbagai capaian, mengidentifikasi kelemahan, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan untuk periode berikutnya.

“Hasil capaian maupun berbagai masukan yang muncul dalam PUT menjadi landasan untuk memperbaiki program organisasi agar semakin mampu memperkuat anggota dan perjuangan ATKI ke depan,” katanya.

Pada PUT tahun ini, ATKI mengusung tema “ATKI dari, oleh dan untuk migran, mari saling menguatkan, belajar, berkolektif, berjuang, dengan saling peduli, mendukung, jujur dan bertanggung jawab.” Tema tersebut mencerminkan semangat solidaritas dan kolektivitas yang selama ini menjadi fondasi gerakan organisasi.

Peserta nampak aktif mengikuti kegiatan diskusi. Dok. ATKI Hong Kong

Rosidah juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota yang selama ini terus mendukung keberlangsungan organisasi.

“Saya sangat menghargai besar kecilnya kontribusi seluruh anggota karena itu merupakan bentuk penghargaan terhadap setiap peran anggota dalam mempertahankan dan mengembangkan ATKI agar tetap konsisten dan teguh memperjuangkan hak-hak migran serta keluarganya,” ujarnya.

Dalam laporan tahunan yang disampaikan pada forum tersebut, ATKI mencatat telah menangani sebanyak 267 kasus sepanjang Januari hingga Desember 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 116 kasus ditangani melalui pertemuan tatap muka, sementara 151 kasus lainnya dilayani secara daring.

Kasus yang paling banyak diterima berkaitan dengan permohonan surat notice imigrasi, yang mencapai 56 pengaduan. Sementara itu, kategori kasus terbesar kedua adalah pengaduan mengenai kondisi kerja yang buruk yang dialami pekerja migran.

Selain membahas pelayanan dan advokasi, PUT juga menyoroti pentingnya memperluas ruang partisipasi anggota dalam organisasi. ATKI menegaskan komitmennya untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi anggota yang ingin berkontribusi dalam berbagai program maupun mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.

Menurut pengurus, keaktifan anggota menjadi faktor penting dalam memperkuat organisasi sekaligus mendorong perubahan positif di lingkungan pekerja migran. Melalui berbagai kegiatan belajar bersama, berbagi pengalaman kerja, berkarya, serta membangun solidaritas, anggota diharapkan dapat saling mendukung dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul selama bekerja di luar negeri.

Forum tahunan tersebut ditutup dengan seruan untuk terus memperkuat solidaritas dan memperbesar peran organisasi dalam memperjuangkan hak-hak pekerja migran Indonesia di Hong Kong. PUT ke-11 juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan organisasi sekaligus langkah awal menyusun agenda perjuangan pada tahun-tahun mendatang.

Share

PENCARIAN
BERITA LAINNYA
  • All Posts
  • Bantaeng
  • Berau
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hulu Sungai Selatan
  • Infotainment
  • Internasional
  • Jakarta
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Kualanamu
  • Luwu Timur
  • Mandalika
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pali
  • Palu
  • Papua
  • Pemerintahan
  • Pemuda
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Politik
  • Soppeng
  • Tekhnologi
    •   Back
    • Makassar
    • Gowa
    • Maros
    • Takalar
    • Palopo
    • Jeneponto
    • Pangkep
    • Pare-pare
    • IKN
    • Bone
    • Bulukumba
    • Towuti
    • Sidrap
    • Purwakarta
    • Pekanbaru
    • Berau
    • Kolaka Timur
    • Enrekang
    • Serang
    • Tangerang Selatan
    • Bima
    • Nusa Tenggara Timur
    • Kolaka Utara
    • Barru
    • Cibubur
    • Jakarta
    • Luwu Timur
    • Luwu Utara
    • Padang
    • Pinrang
    • Polewali Mandar
    • Toraja
    • Selayar
    • Mamuju
    • Donggala
    • Soppeng
    • Parigi Moutong
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
    • Labuan Bajo
    • Mamasa
    • Kualanamu
    • Bantaeng
    • Ambon
    • Sinjai
    • Bombana
    • Jambi
    • Samarinda
    • Sorong
    • Tegal
    • Kendal
    • Kulon Progo
    • Morowali
    • Blora
    • Tual
    • Gunungkidul
    • Banten
    • Cilacap
    • Jayapura
    • Batam
    • Bantul
    • Sleman
    • Halmahera
    • Banjarnegara
    • Toraja Utara
    • Nabire
    • Bangkalan
    • Solo
    • Lamongan
    • Tangerang
    • Papua
    • Luwu
    • Malili
    • Tanah Bumbu
    • Sorong Selatan
    •   Back
    • Badan Gizi Nasional
    •   Back
    • Dinas Koperasi Makassar
    •   Back
    • DPRD Kota Makassar
    • Prov Sulawesi Selatan
    • Pemerintah Kota Makassar
    • Pemerintah kabupaten Gowa
    • Dinas Koperasi Makassar
Scroll to Top